Senin, 29 Oktober 2012

Melakukan sharing menggunakan windows7

Sharing data

Sebelum sharing tentunya kalian sudah tau apa yang harus dilakukan. Kalian pasti akan berhasail dengan cara-cara di bawah ini sudah saya sediakan beserta gambarnya biar mudah di pahami, ngono lho maksudte.
Melakukan sharing menggunakan windows7 dapat kalian lakukan dengan cara berikut 

1. Klik star, kontrol panel

2. KLik network and Internet

3.   Klik network and sharing cnter
 4.  Setelah itu akan muncul tampilan network and sharing center dan pilih menu change adapter sharin  setting. jangan pilih yang lainnya yo.
5. kemudian akan muncul jendela network conection. Pilih menu local area conection, klik kanan pilih propertis

6.   PIlih menu internet prorocol version (TCP/IPv4) Kemudian klik propertis.


7.     tandai use the following IP address.


8.  Kemudian isi IP addres pada kolom IP address, subnet mask, default gateway. Klik ok.


Setelah melakukan setting lan card maka cek Konectifitas jaringan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Start ,  Alprogram , aksesoris, Run.


 2.      Kemudian akan muncul Jendela Run, pada kotak dialog isi dengan cmd. kemudian OK

 3.  Kemudian akan command promt.
 4.   Pada command prompt ketik ping no IP addres pc 2.

 5.   EXit.


Sedangkan untuk sharing folder yang berisi document, file, Music dan Video dapat dilakukan sebagai berikut.
1. Tentukan folder yang akan di sharing.
2.  Klik kanan pada folder yang akan disharing plih propertis lalu muncul kotak dialog berisi pilihan                                                         general, network, sharing, previous version, customize.
3.  Pilih sharing.


 2. Klik pada advanced sharing.


5.  Add untuk menambahkan folder.


- contoh nama folder 1234, klik kemudian pilih permission yaitu berguna untuk meminta ijin mengganti dan mengubah isi folder yang disharing


 - Conteng pada full con

 - Lalu apply untuk menerapkan setting sharing,  OK.
  - Selanjutnya pilih caching yang berisi semua file dapat di buka oleh PC2.
 - Tandai pada allow file and programs tahat user open the shared folder are automacally available ofline,  OK

 -  Lalu akan tampil folder pada PC1 seperti gambar berikut.


 Selamat mencoba ya! kang.  semoga berhasil!!!!!!!!


Istilah


RAM   : Random Access Memory. Yaitu media mpenyimpanan sementara. Semua data dan program yang di masukkan melalui alat input akan di simpan terlebih dahulu di memory utama, Khususnya RAM, yang dapat diakses secara acak ( dapat Diisi/ditulis, diambil atau dihapus isinya) oleh user.

ROM      : Read Only Memory. ROM hanya dapat di baca saja sehingga user/pemrogram tidak dapat mengisi sesuatu kedalam ROM. ROM sudah didisi oleh pabrik pembuatnya Berupa system operasi yang terdiri dari program-program pokok yang di perlikan oleh system kompuuter, seperti misalnya program untuk mengatur penampilan karakter dilayar, pengisian  kunci papan ketik untuk keperluan control tertentu dan bootstrap program. Program bootstrap diperlukan pada saat  pertama kali system computer diaktifkan. Proses pengaktifan pertama kali computer disebut booting, yang dapat berupa cold booting atau warm booting.

BIOS          :  BIOS kepanjangan dari (Basic Input Output system). Sofware ini dipasang pada Chip komputer untuk mengatur operasi dasar seperti layar, harddisk, memory, VGA ataupun yang lainnya. BIOS ini terdapat di ROM ( Read Only Memory) dari sistem dan umumnya tersimpan secara permanen. BIOS merupakan bagian dari sistem operasi yang bisa mengidentifikasi set program yang di gunakan untuk mem-boot komputer, sebelum menempatkan disket sistem. Bukan hanya itu saja, BIOS juga mengatur aliran data antara sistem operasi komputer dan perangkat tambahan yang terhubung pada komputer.

CGA          : Color Graphics Adaptor. Merupakan salah satu tipe monitor standar Ibm kualitas monitor resolusi rendah, dalam mode grafik hanya dapat menampilkan empat warna saja.

CD ROM Drive  : Merupakan alat pemutar CD ROM. Suatu Drive untuk merekam atau memainkan Compact Disk, namun yang sering kita jumpai adalah CD-ROM ( Read Only Memory), MO (Magneto Optical), dan WORM (Write Once Read Many).

Cache Memory  : Memory berkecepatan tinggi yang mampu bekerja sama dengan CPU, bertindak sebagai buffer antara CPU dan memory utama yang lamban.

BUS             : Saluran dari sekumpulan jalur yang sejenis. Sekumpulan kabel yang merupakan alat transportasi Informasi kesemua peralatan dalam sistem. Informasi tersebut dapat berupa perintah, data maupun alamat.

Casing   : siapa sih yang ga taw casing. tempat mesin komputer yang meliputi motherboard dan pendukungnya, power supply, disk drive, harddisk, cd rom drive. Merupakan tempat untuk melindungi motherboard, contlor board, power supply disk drive dan komponen-kopmponen yang lainnya.Sebuah case komputer sebenarnya tak lebih dari sebuah rangka pada komputer. Case ini adalah tempat komponen-komponen yang membentuk sebuah sistem komputer terletak, meletakkan alat pendingin atau yang sering disebut dengan Cooling Fan, juga meng-ground listrik yang terdapat pada komponen-komponen yang ada melalui rangka yang terbuat dari besi. Case yang besar  dengan tempat ekspansi biasanya lebih banyak disukai, mengapa demikian? dengan adanya ruang ekspansi yang banyak maka dapat menambahkan perangkat-perangkat lain dengan mudah. Contoh perangkat-perangkat yang ditambahkan ini misalnya Drive DVD, Cd writer dan lain sebagainya.  Case komputer biasanya datang bersama-sama dengan power supply, meskipun kadang-kadang disarankan untuk membeli power supply terpisah sehingga bisa mendapatkan kedua barang tersebut dengan kualitas yang sama tingi.

CPU    : Central Procesing Unit. Pemroses utamama atau dalam istilah teknik disebut mikroprocesor. Pusat pengolahan masukkan (input) sehingga sehingga menghasilkan pengeluaran (output). Termasuk semua Register, sirkuit aritmatik, unit pembanding, dam sebaggainya.

I/O PORTS    : Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirimkan data keluar system. I/O ports juga biasa di sebut dengan bagian interface (antar Muka)  karena peralatan input dan output  terhubung melalui port ini.

Disk          : Suatu media penyimpanan data. Yang dimaksud dengan disk adalah Floppy disk atau hard disk. Floppy disk adalah disket, piringan tipis yang dilapisi bahan magnetic (oksida besi) yang mampu menyimpan sejumlah data atau informasi. Pembacaan dan penulisan informasi di pusatkan pada track.

PIC    : Programmable Interupt Controller. Kendali sela terprogram. Chip yang berfungsi untuk mengendalikan proses penyelaan antar peripheral. Alat pengendali sela peripheral yang membantu kerja CPU dalam proses penyelaan. 

Istilah

Jumat, 26 Oktober 2012

Melakukan Perbaikan Dan Atau Setting Ulang Sistem PC



Pemeriksaan PC Melalui Diagnosa Sistem

Untuk memeriksa kondisi hardware pada komputer perlu dilakukan diagnosa. Pada komputer dikenal tiga jenis diagnosa, yaitu :

POST (Power-On Self-Test)
Diagnosa umum (routine)
Diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan
1. Langkah-langkah POST

Setiap kali komputer dihidupkan secara otomatis akan memulainya dengan langkah diagnosa yang dikenal dengan POST. POST ini akan memeriksa dan menguji semua komponen-komponen sistem. Jika saat POST terjadi problem, suatu pesan akan disampaikan pada pengguna. Pesan tersebut dapat berupa : pesan tampilan di layar, suara beep, atau kedua-duanya. Indikasi dari adanya masalah sewaktu POST dinyatakan :

Kode kesalahan   : dua sampai lima digit angka
Pesan kesalahan : pesan singkat dalam bahasa Inggris (ada beberapa
pesan yang menunjukkan problemnya)
Kode beep             : suara beep berurutan
Dengan sangat bervariasinya pabrik pembuat motherboard dan ROM BIOS maka kode beep yang diberikan juga bervariasi artinya untuk kerusakan yang sama akan diberikan kode beep yang berbeda yang dikarenakan adanya perbedaan pabrik pembuat ROM BIOS atau motherboard. Pengujian semua memori termasuk dalam langkah POST ini. Lamanya pengujian tergantung dari besar kecilnya kapasitas memori yang terpasang. Akan tetapi POST tidak mengecek semua peralatan tambahan/perluasan seperti : printer, modem, dsb.
Adapun langkah-langkah POST adalah sbb :

Tes CPU: interupsi ditutup, pengetesan flag internal, dan pengetesan register internal
Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil checksum LSB harus nol.
Tes Timer 1: Timer 1  8253 diprogram pada operasi mode 2, pengecekan pada akses dasar pencacah,   pengecekan pada pencacah.
Tes DMAC: pengetesan pada semua saluran register alamat dan register pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai siklus memori refresh.
Tes 16 KB DRAM: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali.
Inisialisasi Interrupt controller: control word dikirim untuk inisialisasi mode interrupsi, pengesetan vector interupsi di memori.
Tes Interrupt controller: seting dan pengesetan ulang register interupsi, menempat-kan  stack-stack kesalahan interupsi.
Inisialisasi Timer 0: timer 0 diinisialisasi pada operasi mode 3, cek timer 0.
Tes CRT controller: inisialisasi CRT controller, test RAM video, cek sebagian parity error, setup mode video melalui pembacaan konfigura-si, pengujian pewaktuan dan signal sinkronisasi gambar.
Tes DRAM di atas 16KB:  pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali, jika ada kesalahan akan ditampil-kan alamat kesalahan dan data di layar.
Tes Keyboard: cek keyboard dengan kondisi keyboard reset, cek penekanan kunci pada keyboard.
Tes Disk drive: cek semua card adapter disket dan disk drive yang terpasang, POST memanggil sistem operasi dari disk.
Langkah-langkah POST di atas dapat diringkas sebagai berikut :

Test 1 (Basic System): cek power supply, MPU, bus, dan ROM (langkah a-b)
Test 2 (Extended System):  cek system timer, DMAC, 16KB lokasi awal DRAM dan PIC (langkah  c-h)
Test 3 (Display): cek sistem pengendali signal video pada card monitor dan VRAM (langkah  i)
Test 4 (Memory):  cek lokasi DRAM di atas 16KB dengan disampling / dicuplik (langkah  j)
Test 5 (Keyboard): cek keyboard (langkah  k) f) Test 6 (Drive): cek adapter card dan peripheral disk drive dan
hard disk (langkah  l)
2. Pesan Kesalahan Selama POST

Test 1 (Basic System Error), sistem terhenti dengan tanpa tampilan dan suara beep, walaupun kursor mungkin nampak.
Test 2 (Extended System Error), satu suara beep panjang diikuti dengan satu suara beep pendek, dan eksekusi POST terhenti.
Test 3 (Display Error), satu suara beep panjang diikuti dengan dua suara beep pendek, dan POST melanjutkan dengan test berikutnya.
Test 4 (Memory Error), ada tampilan angka yang menunjukkan kode kesalahan.
Test 5 (Keyboard Error), ada tampilan angka yang menunjukkan kode kesalahan.
Test 6 (Drive Error), ada tampilan angka 601, 1780, atau 1781 yang menunjukkan kode kesalahan.



1.  Troubleshooting Motherboard

a). Permasalahan yang mungkin terjadi

Sistem komputer terdiri dari motherboard, daughter boards, power supply, floppy drives, monitor, keyboard, dan beberapa peralatan yang terhubung melalui konektor dan kabel. Masalah dalam satu peralatan akan berpengaruh terhadap operasi peralatan lainnya dan kadang-kadang  mengganggu sistem operasi. Pengecekan berikut akan membantu memecahkan masalah.

‹ Cek sambungan kabel power supply utama dan kabel tegangan DC.
‹ Cek sambungan kabel keyboard.
‹ Cek sambungan kabel monitor dan kabel daya monitor.
‹ Cek konfigurasi setting CMOS ‹ Cek sambungan kabel power dan kabel data drive.
‹ Cek semua daughter board  atau card yang terpasang pada slot
I/O
‹ Cek sambungan saklar reset
‹ Cek posisi kunci keyboard
‹ Cek semua IC yang terpasang
‹ Cek disket boot di drive A
‹ Cek sambungan speaker
Setelah semua pengecekan dilakukan, hidupkan saklar power dan cari pesan kesalahan POST. Dari pesan POST permasalahan dapat dilokalisir dan diperbaiki. Ketika POST tidak dapat berjalan, maka masalah terjadi pada motherboard dan rangkaian didalamnya. Dengan mengecek signal pada slot I/O masalah kerusakan pada motherboard dapat diidentifikasi sebab semua signal CPU terhubung ke slot I/O.

b).  Procedure Diagnosa dan Troubleshooting

Cek Power Supply

Cek level tegangan power supply pada slot I/O
Diagnosa
‹ Apakah card utama tersambung dengan baik ?

‹ Apakah kipas power supply berputar ?

‹ Apakah sambungan P8 dan P9 tersambung dengan baik ?

Jika level tegangan tidak ada pada pin sambungan P8 dan P9 power supply, maka permasalahan ada pada rangkaian power supply. Perbaiki power supply dengan cara mengganti dengan power supply yang baru.

Cek Signal clock
Ukur signal CLK, OSC, PCLK, RESET DRV, I/O CH RDY, I/O CH CHK pada pin slot I/O dengan memakai logic probe atau osiloskope.
Diagnosa

Jika tidak ada signal CLK, OSC, PCLK, cek kristal dan rangkaian pembangkit clock.
Jika RESET DRV selalu tinggi, periksa signal power good, rangkaian power on reset dan kondisi saklar reset manual.
Jika tidak ada signal  I/O CH RDY dan  I/O CH CHK lepas dan periksa semua daughter boards. Jika masih bermasalah, permasalahan ada pada motherboard dan tempat rangkaian. Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut dengan motherboard yang baru.
Cek CPU dan DMA
Cek signal ALE, MEMR, MEMW, IOR, IOW, AEN dengan memakai logic probe atau osiloskope.
Diagnosa

Apabila signal ALE, MEMR, MEMW, IOR, IOW bukan pulsa, cek motherboard bagian CPU
Apabila signal AEN bukan pulsa, cek bagian DMA.
Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut dengan motherboard yang baru.

Cek Cek Keyboard

Cek signal KBCLK, KBDATA pada keyboard
Reset sistem dan tekan kunci pada keyboard cek signal pada
jalur data keyboard
Diagnosa

Jika KBCLK dan KBDATA ada dari keyboard kerusakan ada pada jalur motherboard. Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut dengan motherboard yang baru. Jika KBCLK dan KBDATA tidak ada dari keyboard kerusakan ada pada keyboard.

Troubleshooting power supply

Pengecekan secara umum fungsi power supply adalah:

1. Untuk jenis TX

Jika saklar power dihidupkan, maka kipas akan berputar, tegangan pada soket P8 dan P9 bila diukur dengan memakai voltmeter. Khusus untuk signal power good jika diukur dengan voltmeter akan bertegangan +5V sesaat kemudian turun menjadi mendekati 0V ketika saklar power dihidupkan.

2. Untuk jenis ATX

Jika saklar power dihidupkan atau kabel daya dicolokkan, maka kipas diam, semua tegangan pada soket bila diukur dengan memakai voltmeter akan nol, kecuali pada pin 9 adalah +5V sebagai sumber tegangan pada posisi stanby. Jika pin  14 dihubungkan sesaat dengan pin 9 dengan memakai kabel, maka kipas akan berputar, tegangan pada setiap pin soket 20 bila diukur dengan memakai voltmeter. Khusus untuk signal power good jika diukur dengan voltmeter akan bertegangan +5V sesaat kemudian turun menjadi mendekati 0V ketika power dihidupkan.

3. Kemungkinan Kerusakan

Mati total (tidak ada tegangan keluaran pada semua pin) Tegangan keluaran tidak stabil Tegangan keluaran +12V lebih besar Tegangan keluaran +12V drop Tidak ada tegangan keluaran +5V Tidak ada signal tegangan pada power good
4. Procedure dan troubleshooting

Cek keberadaan sumber tegangan dari jala-jala, jika tidak ada (berarti kerusakan ada pada sumber tegangan/mati perbaiki jalajala/tunggu hingga hidup), jika ada lakukan pengecekan berikutnya.

Cek kabel power dan konektor dengan memakai multimeter.  Jika putus sambung/ganti dengan kabel yang masih baik, jika baik lakukan pengecekan berikutnya.

Cek kipas apakah berputar, jika ya/tidak lakukan pengecekan berikutnya.

Cek semua pin tegangan keluaran DC pada konektor, jika normal dan kipas tidak berputar periksa kabel dan konektor kipas jika baik ganti kipas, jika tidak ada tegangan keluaran lakukan pengecekan berikutnya.

Cek saklar on/off pada power supply. Jika rusak ganti dengan yang baik, jika baik ganti power supply yang baik atau lakukan pengecekan berikutnya.

Cek soldiran, jalur, sambungan komponen, dan komponen elektronik (komponen aktif : Dioda, transistor atau SCR dan komponen pasip : resistor, kapasitor, PTC, sekering).Jika ada yang rusak ganti dengan yang baik.

Jika tegangan tidak stabil kemungkinan kerusakan pada kondensator elektronik setelah dioda penyearah dari sumber 110/220V.

Jika Tegangan keluaran +12V naik/drop kemungkinan kerusakan pada kondensator elektrolit pada jalur ini atau IC regulator.

Jika Tegangan keluaran +5V tidak ada kemungkinan kerusakan pada dioda penyearah atau kondensator elektrolit pada jalur ini atau IC regulator.

Signal power good tidak ada kemungkinan kerusakan ada pada rangkaian power good berupa kerusakan kondensator elektrolit/diode/transistor/resistor.

Troubleshooting Keyboard

Keyboard Beberapa model keyboard, yaitu :

83-Key PC Keyboard
84-Key AT Keyboard
84-Key Space-Saving Keyboard
101-Key Keyboard
Other Keyboard Styles
Setiap tombol/kunci pada keyboard IBM dinyatakan dengan empat pengenal :

Karakter yang diperlihatkan pada permukaan penutup kunci
Kode karakter dari  setiap karakter penutup kunci
Kuncinya kode pembacaan
Angka desimal tempat kunci
Kunci-kunci pada keyboard dapat terganggu atau tidak berfungsi karena :

tersumbat kotoran
per atau plat saklarnya lemah
jalurnya putus
rusaknya chip yang ada didalamnya
Untuk mengatasi hal tersebut, maka keyboard perlu dirawat dengan cara :

1) menghindari masuknya kotoran dan binatang ke keyboard

2) memberikan sirkulasi udara yang cukup pada keyboard Jika terjadi gangguan, maka langkah-langkah yang harus dilakukan, yaitu:

melepas penutup kunci
membersihkan semua kotoran yang ada di dalamnya
memperbaiki per atau plat kunci yang terganggu
menutup kembali penutup kunci seperti semula
Troubleshooting Keyboard Bag-2

Pengecekan secara umum fungsi keyboard adalah :
Periksa saklar XT/AT (saklar harus pada posisi AT untuk sambungan ke sistem AT)
Periksa kunci keyboard pada panel depan sistem apakah dalam kondisi terbuka
Periksa sambungan dan kabel keyboard apakah tersambung baik dengan sistem board. Sambungan yang kurang baik akan menimbulkan masalah.
Periksa nyala LED pada keyboard selama power on apakah berkedip
Kemungkinan Kerusakan :

Keyboard tidak beroperasi penuh
Beberapa kunci tidak berfungsi
Kunci rusak atau tertekan
Kerusakan interface keyboard
Kerusakan konektor keyboard
Kerusakan kabel keyboard
Procedure dan troubleshooting :

1) Kerusakan keyboard pada Mikrokontroller keyboard, soldiran komponen pasif pada keyboard kering, jalur PCB pada keyboard putus. Atau dapat juga disebabkan oleh rangkaian interface dalam unit sistem rusak. Untuk mengisolasi daerah kerusakan dengan mudah dapat dilakukan dengan cara menyambungkan keyboard yang baik ke unit sistem, jika masalahnya hilang maka kerusakan pada keyboard dan jika tidak maka kerusakan pada rangkaian interface di unit sistem.

2) Rangkaian logika pendekode baris atau kolom dalam keyboard atau jalur PCB putus atau soldiran kering atau kontak lepas. Masalah ini dapat diselesaikan dengan mengganti keyboard yang baik.
3) Pir saklar putus atau tertekan. Untuk itu perlu diganti.

4) Chipset keyboard pada motherboard. Untuk ini ganti IC chipset
(SMD IC) atau ganti motherboard yang baik.

5) Kerusakan akibat putus tertarik atau frekuensi penggunaan. Untuk
itu ganti konektor keyboard.

6) Kabel keyboard putus dicek dengan memakai multimeter, kemudian
disambung.perbaikan dan setting ulang PCperbaikan dan setting ulang PChttp://vambudi-xitkj.blogspot.comPerbaikan PC